Selasa, 21 Oktober 2008

Wisata Kuliner

Hampir 2 bulan di Jakarta, akhirnya sempat juga berkunjung ke 2 tempat legendaris wisata kuliner, warteg warmo dan roti bakar edy. Menginap di hotel harris di jalan saharjo tebet, selama itu ternyata tidak bisa membuat saya bisa mengexplorasi wilayah tebet yang sarat dengan alternatif makan seperti bebek ginyo, kambing bakar madu sampai cabangnya sate domba afrika di daerah gajahmada

Warteg Warmo
Di internet alamat jelasnya selalu "semua orang sudah tahu". Ke sini pun sebenarnya karena kehabisan alternatif. Dari belanja susunya si Seno di ITC manggarai, terus nyonya lagi kepengen nostalagia di Soto ayam otoy. Berhubung keluar dari manggarai sudah hampir jam 9 malam, ternyata sudah tutup. Bajaj pun diarahkan ke soto betawi bang husen *kalau tidak salah* tapi nihil.. Soto betawi yang tutup mulai bulan puasa, ternyata belum buka juga. Alhasil, koordinasi dengan bang bajaj tentang lokasi warmo dan meluncur ke sana. Padahal posisinya lebih lebih dekat dari hotel. dari ciri cirinya sepertinya sudah benar. Terpampang nama warung tegal "Jadi mulya" tapi nama ngetopnya ya Warmo itu
Menu untuk malam itu :
buat saya : Udang goreng tepung (tepatnya mirip rempeyek udang, berjajar 5 ekor, ditusuk seperti sate & digoreng tepung), orek usus, tempe goreng tepung, kuah sayur. request paru goreng tapi sudah kosong
buat istri : Udang goreng tepung, orek tempe, mie goreng, kuah sayur
minum : 2 teh botol
Damage cost : 31 ribu. Kata istri, cukup mahal untuk ukuran sebuah warteg.
Rasa : ya.. gitu deh. Atau memang datang di waktu yang kurang tepat yah..

Roti bakar edy
Walaupun di daerah seputaran blok M dekat kampus al azhar, baru kali ini sempat ke sana. Tempatnya sudah bergerombol dengan warung tenda lain, ada ayam bakar, bubur, empek empek dan lain lain. Bahkan ada stand speedy yang menawarkan hotspot buat meja di sekitarnya. Lumayan cerdik juga.
Menu untuk malam itu, roti bakar coke (coklat keju), pisang bakar, jus alpukat, teh tawar. Susu cola yang diorder tak bisa terpenuhi.
Damage cost : sekitar 30 ribuan
Rasa : walaupun dibakar dengan arang, kok tidak ada rasa spesialnya yah.. Dengan harga yang lebih murah, saya & istri sepakat roti bakar di sebelah Gantari blok M lebih makan-able. Mungkin karena tempatnya yang jadi tempat nongkrong anak muda, jadi lebih ramai dikunjungi

Tidak ada komentar: