Minggu, 20 Juli 2008

Never stand between a male and a female orangutan

Diambil dari halaman travel tips di The official guide to indonesia gratis dari bank asing hasil comotan di executive lounge bandara Juanda. Tidak jelas ini pengumuman di mana, tapi menilik di halaman ecotourism ditulis homeland of orangutan adalah Tanjung Puting National park, patut disangka ini di sana.

Tertulis disana "Never stand between a male and a female orangutan". waduh... bagaimana pelancong bisa tahu mana yang jantan atau betina yah.. kan tidak semua pelancong punya pengetahuan seperti jagawana atau tarzan kali yah... atau barangkali yang betina mengenakan rok?

Sabtu, 28 Juni 2008

YES... AMD Rules......

Seperti karakter Roadrunner di kartun WB yang tak terkejar si willie coyote, peringkat 1 super komputer tercepat saat ini di http://www.top500.org/lists/2008/06 diberi nama Roadrunner. Si "pelari jalanan" ini bisa menghitung sampai 1,026 petaflops/detik. Petaflop adalah 1000 trilyun atau 1 kali 10 pangkat 15 (!!).

Fakta yang lebih seru adalah :
1. Prosesor yang dipakai adalah kawin silang IBM PowerXCell dan AMD Opteron.
Ya saudara saudara... komputer tercepat adalah keturunan dari AMD. Long Live AMD.....

2. Sistem operasinya adalah Red Hat Linux. Windows dipakai tertinggi di rangking 23. Dan MacOs di rangking 141.
Hemm.... good bye mister gates..

3. Komputer rangking 1,2,3 dan 5 dimiliki oleh US Departement of Energy.
Geek, nerd dan birokrasi sepertinya sudah jodoh kali yah...

4. Di top 50, vendor IBM membuat 36%, Cray 14%, Dell 10%, dan HP 6%


Konon Indonesia juga punya superkomputer di Puspitek Serpong, tapi tidak masuk hitungan tuh.. padahal di ranking 96 ada superkomputer rakitan sendiri.

Moral of the story, tidak bakalan rugi beli AMD.

sumber :
http://community.kompas.com/read/artikel/514

Rabu, 04 Juni 2008

Airport Lounge

Gara gara si junior dan emaknya di Jakarta, jadi berharap sering bolak balik ke sana. untungnya pula juragan besar sedang repot persiapan SAP. jadinya tiap minggu bolak balik ke jakarta.

hemmm... ada gunanya bikin kartu kredit, bisa numpang makan gratis sambil nunggu pesawat dan coba internet gratis di lounge Juanda. sayangnya di cengkareng harus berbayar. Coba kalo ada kamera digital.. bisa pameran foto pula nih....

Sabtu, 05 April 2008

YOUTUBE blackout

Gara gara dokumenter FITNA , Pak Nuh ikutan jadi meradang. Sejak beliau menjadi mentri, gebrakan tidak populis (bagi yang suka download FLV maksudnya) menutup Youtube mungkin akan membuat beliau tidak diidolakan lagi oleh sebagian (besar) perambah dunia maya. Alasannya sebagai kaum akademisi, beliau diharap akan lebih berpihak pada pengguna internet daripada ke birokrat.

Di sisi lain, karena beliau tanggung jawabnya sudah mencakup umat yang lebih besar dari "sekadar" umat ITS atau katakanlah kaum IT, tentunya punya pertimbangan yang lebih besar untuk menutup (sementara.. semoga) akses ke Youtube. Selama itu.. ya puasa nonton FLV lah....
hiks hiks hiks...

update:
di sini, salah satu perambah dunia maya membuat counter filmnya si Widers. Lebih elegan dan mengena daripada bakar ban di depan kedutaan Belanda tentunya.

update lagi (12/4, 08):
akhirnya youtube bisa diakses dan hanya diblok per-URL saja


Minggu, 24 Februari 2008

Pelajaran kebijakan

Terkadang nasehat kebijakan terbaik dilakukan oleh orang dan pada saat yang tak terduga. Jumat kemarin seperti biasa rame rame sholat jumat bareng teman teman kantor. Sebelum jumatan mampir dulu di dunkin donat (ehem.. maksudnya di empernya). Di situ pada hari jumat sudah berkumpul macam macam makanan, menunggu jamaah bubaran masjid yang langsung makan siang. Lumayan buat yang buru buru balik ke kantor.

Berencana makan di tempat mur-mer baru, sekedar pengganjal perut belilah aku "pentol". selembar ribuan berpindah tangan ke penjual versi hematnya bakso ini. Tidak lama setelah si penjual tadi memberikan bungkusan buatku, dia membungkus jualannya dan diberikannya ke tukang parkir. "Bagi bagi mas yah.." katanya pada si tukang parkir. Pikirku " upeti buat jagain jualannya kali nih.." Si penjual tadi buru buru masuk ke masjid karena sudah adzan. yang membuatku terkejut (tepatnya tersentuh), sambil berjalan masuk, dia memberikan keping receh ke pengemis di gerbang masjid. Tak hanya itu, dia menggamit seorang pengemis kecil, merangkul dan mengajaknya sholat jumat sambil memberinya keping receh. Si anak kecil tadi lari ke ibunya untuk minta ijin meninggalkan "tugas"nya sambil menunjukkan recehan tadi. Sayang si ibu tidak mengijinkan, jadi si anak kembali lagi ke gerbang untuk melanjutkan "tugas"nya.

Hitung punya hitung yang tukang jualan tadi berikan berharga beberapa lembar ribuan. Buat dia yang penghasilan sebulannya pasti di bawah UMR, harus mengayuh sepeda berkilo kilo dan bersaing dengan jajanan yang lebih elit macam ice cream, burger atau bahkan sekelas pisang goreng, uang sebesar itu bisa berarti keuntungannya selama seharian. Dia tidak merasa keberatan menyisihkannya dan merasa perlu gembar gembor akan perbuatannya hari itu.

Ah, memang mereka yang bijak hatinya tidak terduga oleh siapapun. hem.. bisa nggak yah aku seperti itu... Insya allah....

Senin, 14 Januari 2008

melayani dengan hati

Sejatinya melayani adalah tujuan utama dari bekerja. Dari pembantu ( no offence to all domestic helpers) macam guyonan srimulat yang kudu duduk di lantai saat wawancanda dengan juragannya sampai presiden yang "katanya" melayani kebutuhan seluruh rakyat indonesia. Membuatkan kopi dan mengantarkannya ke meja atau bahkan membuat deretan panjang java script. Ide utamanya adalah melayani, semua orang bisa dan mampu. Melayani dengan hati ? tidak semua orang sadar apalagi mau melaksanakannya.

Ilustrasinya seperti yang saya alami beberapa hari yang lalu.
Sabtu pagi di salah satu pertigaan jalan, berhenti sebentar buat beli KOMPAS eceran . Selagi berhenti di pingir jalan, terdengar klakson truk. sekali, pendek, seperti menyapa seseorang. Si penjual, perempuan 40an, sigap berlari ke truk itu sambil mengacungkan korannya. Sambil balik ke saya, dia berkata, " maaf ya mas ditinggal, biasalah mereka itu. rajin ambil koran tapi ngutang terus. mana harus nguber biar tidak kedahuluan lampu hijau lagi" sambil tertawa lepas. Setelah mengembalikan sisa uang , masih sempat dia berkata " terima kasih mas, hati hati di jalan". Sebagai orang yang pernah jadi kuli di industri retail dan dicekoki jargon jargon consumer service, saya kagum pada ibu ini yang memberikan layanan yang melebihi dari uang yang dia peroleh.

Minggu pagi, di kios koran dekat rumah. "Koran KOMPAS nya masih ada?" kataku ke ibu yang sedang duduk santai di pintu kiosnya. Tanpa berkata apapun, dia menunjuk ke bagian dalam. Yo wis, saya masuk saja ke kiosnya. Ada beberapa tumpuk koran lokal, Kompas dan tabloid. Setelah mengambil satu, saya memberikan uang. diterimanya uang saya dan ia menuju ke meja tempat ia menyimpan uang. sementara itu sambil menunggu kembalian saya membalik balik beberapa tabloid dan menawarkan istri untuk membeli tabloid. tidak ada yang cocok, saya menoleh ke meja si ibu tadi. sambil duduk, dia mengacungkan kembalian saya. terpaksa saya mendatangi mejanya dan mengambil uang kembaliannya. sambil mengucapkan terima kasih, saya mengambil uang itu dari tangannya. selama itu tidak ada sepatah katapun yang diucapkannya.

jualan barang yang sama, harga yang sama dengan pelayanan yang jauh berbeda. sepertinya memang tidak semua orang menyadari bahwa sekadar senyum atau terima kasih lebih akan bisa memberi lebih banyak dari yang dibayangkan. bayangkan pula bila hal ini terjadi di kantor kantor pelayanan publik, yang merasa bahwa "customer" lebih membutuhkan mereka dan tidak menyadari bahwa gaji yang mereka terima didapat dari pajak yang dibayarkan oleh "customer" tersebut.

Dan kita masih bangga berkata bahwa kita, bangsa Indonesia, adalah bangsa yang ramah

cari lagu dari liriknya (3)

berbekal sebaris kata "the rock that drag you to the bottom of the ocean", dimulailah usaha untuk bertanya ke paman google. dari kombinasi "lyric" , "song" dan kata tersebut, semuanya gagal total. pencarian dialihkan ke "find song by lyric". dari sana ada alternatif mesin pencari untuk menemukan lagu dari liriknya. bahkan ada yang menawarkan untuk mencari lewat senandung(!) potongan lagunya. tentu saja, harus disediakan microphone dan program tertentu untuk bisa capture voice si peminta. tapi tetap saja lagu tersebut tidak saya temukan.
akhirnya lewat sini, ditemukan lagu ini berjudul Heavenly oleh Skylar Blue, band indie dari amrik
wonder what another things that you can find in the net......