What women do when they shopping for a bag
Picture this, it's 7.30PM in the festive week and the bag store is in 4th floor.
Women
She will stop in every floor to look and try to fit SHOES and CLOTHES or stop in every stores with discount signs and not buy anything. Either the color is not right or the size is not available or the style is outdated. By the time, she reach 4th floor, it is already 8.45PM and the store already start closing.
Man
Quietly follow her and waiting outside stores . Not giving any comment for it may upset her. Anyway what man know about fashion update
and they say man are intolerance, selfish, disorganized kind.. *sigh*
Selasa, 21 Oktober 2008
Wisata Kuliner
Hampir 2 bulan di Jakarta, akhirnya sempat juga berkunjung ke 2 tempat legendaris wisata kuliner, warteg warmo dan roti bakar edy. Menginap di hotel harris di jalan saharjo tebet, selama itu ternyata tidak bisa membuat saya bisa mengexplorasi wilayah tebet yang sarat dengan alternatif makan seperti bebek ginyo, kambing bakar madu sampai cabangnya sate domba afrika di daerah gajahmada
Menu untuk malam itu :
buat saya : Udang goreng tepung (tepatnya mirip rempeyek udang, berjajar 5 ekor, ditusuk seperti sate & digoreng tepung), orek usus, tempe goreng tepung, kuah sayur. request paru goreng tapi sudah kosong
buat istri : Udang goreng tepung, orek tempe, mie goreng, kuah sayur
minum : 2 teh botol
Damage cost : 31 ribu. Kata istri, cukup mahal untuk ukuran sebuah warteg.
Rasa : ya.. gitu deh. Atau memang datang di waktu yang kurang tepat yah..
Roti bakar edy
Walaupun di daerah seputaran blok M dekat kampus al azhar, baru kali ini sempat ke sana. Tempatnya sudah bergerombol dengan warung tenda lain, ada ayam bakar, bubur, empek empek dan lain lain. Bahkan ada stand speedy yang menawarkan hotspot buat meja di sekitarnya. Lumayan cerdik juga.
Menu untuk malam itu, roti bakar coke (coklat keju), pisang bakar, jus alpukat, teh tawar. Susu cola yang diorder tak bisa terpenuhi.
Damage cost : sekitar 30 ribuan
Rasa : walaupun dibakar dengan arang, kok tidak ada rasa spesialnya yah.. Dengan harga yang lebih murah, saya & istri sepakat roti bakar di sebelah Gantari blok M lebih makan-able. Mungkin karena tempatnya yang jadi tempat nongkrong anak muda, jadi lebih ramai dikunjungi
Warteg Warmo
Di internet alamat jelasnya selalu "semua orang sudah tahu". Ke sini pun sebenarnya karena kehabisan alternatif. Dari belanja susunya si Seno di ITC manggarai, terus nyonya lagi kepengen nostalagia di Soto ayam otoy. Berhubung keluar dari manggarai sudah hampir jam 9 malam, ternyata sudah tutup. Bajaj pun diarahkan ke soto betawi bang husen *kalau tidak salah* tapi nihil.. Soto betawi yang tutup mulai bulan puasa, ternyata belum buka juga. Alhasil, koordinasi dengan bang bajaj tentang lokasi warmo dan meluncur ke sana. Padahal posisinya lebih lebih dekat dari hotel. dari ciri cirinya sepertinya sudah benar. Terpampang nama warung tegal "Jadi mulya" tapi nama ngetopnya ya Warmo ituMenu untuk malam itu :
buat saya : Udang goreng tepung (tepatnya mirip rempeyek udang, berjajar 5 ekor, ditusuk seperti sate & digoreng tepung), orek usus, tempe goreng tepung, kuah sayur. request paru goreng tapi sudah kosong
buat istri : Udang goreng tepung, orek tempe, mie goreng, kuah sayur
minum : 2 teh botol
Damage cost : 31 ribu. Kata istri, cukup mahal untuk ukuran sebuah warteg.
Rasa : ya.. gitu deh. Atau memang datang di waktu yang kurang tepat yah..
Roti bakar edy
Walaupun di daerah seputaran blok M dekat kampus al azhar, baru kali ini sempat ke sana. Tempatnya sudah bergerombol dengan warung tenda lain, ada ayam bakar, bubur, empek empek dan lain lain. Bahkan ada stand speedy yang menawarkan hotspot buat meja di sekitarnya. Lumayan cerdik juga.
Menu untuk malam itu, roti bakar coke (coklat keju), pisang bakar, jus alpukat, teh tawar. Susu cola yang diorder tak bisa terpenuhi.
Damage cost : sekitar 30 ribuan
Rasa : walaupun dibakar dengan arang, kok tidak ada rasa spesialnya yah.. Dengan harga yang lebih murah, saya & istri sepakat roti bakar di sebelah Gantari blok M lebih makan-able. Mungkin karena tempatnya yang jadi tempat nongkrong anak muda, jadi lebih ramai dikunjungi
Minggu, 19 Oktober 2008
What conquer all ?
• Love
• Labor and perseverance
• Courage
• Truth
• Humor
• Linux
Mr Gates, you really should read this book ( 55 ways to have fun with Google )
• Labor and perseverance
• Courage
• Truth
• Humor
• Linux
Mr Gates, you really should read this book ( 55 ways to have fun with Google )
Time machine

I wish I could turn back time and met someone years before. Anyone know where to buy warp engine for time traveling ?
pict from here
Kerja lagi....
Setelah hampir 2 bulan on off jakarta surabaya (kebanyakan di jakarta sih) untuk training SAP, akhirnya tadi malam sudah balik lagi ke surabaya. Pesawat batavia yang sedianya berangkat 19.20 ternyata baru berangkat 21.05. Sebanding dengan harganya yang 397 ribu dibanding hampir 900ribu kalau naik Garuda? Kata pepatah jawa, Jer basuki mawa beya, untuk mulya/terhormat/nikmat tentu ada ongkosnya...
Setelah ke rumah om & tante sebentar, langsung ke kantor buat begadang. Kepenginnya sih masih ada beberapa posting hasil "kontemplasi" *cih* di jakarta. semoga bisa kejar tayang dalam minggu ini
Setelah ke rumah om & tante sebentar, langsung ke kantor buat begadang. Kepenginnya sih masih ada beberapa posting hasil "kontemplasi" *cih* di jakarta. semoga bisa kejar tayang dalam minggu ini
Kamis, 25 September 2008
Telkom.net ditutup (sementara) ?
Beberapa kali mencoba akses ke imel telkom.net, masuk ke domain yang aneh. Saya sangka salah ketik atau koneksi dari hotel yang diblok. Ternyata dari konfirmasi detikINET, memang telkom belum membayar perpanjangan domain seharga sekitar US$50. Yup, belum membayar biaya administrasi. Saya pikir tentu masalahnya bukan uang, tapi apalagi kalau bukan carut marut birokrasi dan adminstrasi.
Selasa, 29 Juli 2008
Personal servant Syndrome
Selagi menunggu di lobby kantor pusat perusahaan multi nasional itu dan pencet pencet tombol hape, pemandangan yang sama itu terjadi lagi. Seorang bapak atau ibu turun dari mobil yang saya yakin harganya cukup buat membeli sebuah rumah tipe 90 di Surabaya. Di kursi depan mobil itu ada sopir ,tentunya,dan seorang lagi. Mengingat kantor ini di kawasan 3in1, patut disangka dia bertindak sebagai pengganjil (3 angka ganjil kan..) agar bisa lolos jalur itu. Beliau ini turun dari kursi belakang sampil menenteng hape seri communicator atau sejenisnya. Mbak resepsionis berdiri menyambut beliau dengan senyum paling manis dan ucapan selamat pagi. Sesaat kemudian pak sopir tadi menyusul sambil membawa tas kerja yang mestinya berisi dokumen kerja atau laptop si beliau tadi.
Kejadian itu sering saya lihat waktu harus mendatangi kantor ini. Dalam pikiran saya, tidak jelas apakah jika si beliau ini akan turun derajat atau menjadi kurang terhormat jika tas kerjanya dibawa sendiri.
Di pesawat saat pulang ke surabaya, kebetulan di majalah Garuda ada tulisan yang berjudul "Chasing the elusive butterfly of efficiency" oleh Alistair G Speirs.Dia menulis keharusan efisiensi agar bisa survive dan merujuk kegiatan kegiatan tidak efisien yang ditunjukkan oleh pemimpin pemimpin di Indonesia misalnya
1. rapat mendadak, bagaimana rapat bisa menghasilkan sesuatu jika si pemimpin tidak punya agenda apa yang akan dibicarakan di pertemuan dan bawahan tidak membawa materi untuk dibicarakan ?
2. jika ada pejabat datang maka
a) disambut oleh sejumlah besar orang
b) disertai oleh sejumlah besar orang
c) a & b
3. yang disebutnya "Personal servant Syndrome", mempunyai asisten yang tugasnya membawa semua bawaan si pejabat tadi, meniru praktek di masa feodal
Yang diperlukan bangsa ini adalah, tandasnya adalah "leaders who demonstrate their skills and integrity, at least by carrying their own laptop." Setuju banget pak Speirs, bagaimana bisa memikul tanggung jawab kalau sekedar tas jinjing atau tempat kacamata saja harus dibawakan oleh bawahannya ?
Di pesawat saat pulang ke surabaya, kebetulan di majalah Garuda ada tulisan yang berjudul "Chasing the elusive butterfly of efficiency" oleh Alistair G Speirs.Dia menulis keharusan efisiensi agar bisa survive dan merujuk kegiatan kegiatan tidak efisien yang ditunjukkan oleh pemimpin pemimpin di Indonesia misalnya
1. rapat mendadak, bagaimana rapat bisa menghasilkan sesuatu jika si pemimpin tidak punya agenda apa yang akan dibicarakan di pertemuan dan bawahan tidak membawa materi untuk dibicarakan ?
2. jika ada pejabat datang maka
a) disambut oleh sejumlah besar orang
b) disertai oleh sejumlah besar orang
c) a & b
3. yang disebutnya "Personal servant Syndrome", mempunyai asisten yang tugasnya membawa semua bawaan si pejabat tadi, meniru praktek di masa feodal
Yang diperlukan bangsa ini adalah, tandasnya adalah "leaders who demonstrate their skills and integrity, at least by carrying their own laptop." Setuju banget pak Speirs, bagaimana bisa memikul tanggung jawab kalau sekedar tas jinjing atau tempat kacamata saja harus dibawakan oleh bawahannya ?
Langganan:
Postingan (Atom)
